NGANJUK,( JATIM ),Ramalnews.com – Jomsen Silitonga.
Tak cukup hanya punya produk enak. Pelaku UMKM pangan di Kabupaten Nganjuk kini didorong memperkuat usaha dari sisi keamanan pangan, legalitas PIRT, kemasan, pemasaran digital hingga pengelolaan keuangan.
Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi Program Studi S3 Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Surabaya (FEB Unesa) bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), Rabu (16/9/2026).
Kegiatan mengusung tema “Pemberdayaan UMKM melalui Pembinaan Manajemen Pemasaran, Packaging, Pemasaran Digital, dan Pengelolaan Keuangan dalam Mendukung SDG 8 di Kabupaten Nganjuk.”
Kegiatan itu dirangkaikan dengan Penyuluhan Keamanan Pangan bagi Pelaku Usaha Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) yang digelar Dinkes Nganjuk pada 15–16 September 2026.
Kegiatan dihadiri Bupati Nganjuk Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, A.Md., S.E., S.H., M.M., M.B.A. Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk dr. Tien Farida Yani, MMRS. hadir sekaligus menyampaikan laporan penyelenggaraan.
Dari FEB UNESA hadir Dekan Prof. Dr. Anang Kistyanto, S.Sos., M.Si., Koordinator S3 Manajemen Prof. Dr. Dewie Tri Wijayati Wardoyo, M.Si., serta jajaran guru besar dan pimpinan FEB UNESA.
Di antaranya Prof. Dr. Sri Setyo Iriani, S.E., M.Si.; Prof. Dr. Jun Surjanti, S.E., M.Si.; Prof. Dr. H. Mungid, M.M., M.Si.; Prof. Dr. Hariyati, Ak., M.Si., CA; Prof. Drs. Ec. Abdul Mongid, M.A., Ph.D.; serta Dr. Riedel Paulus Jacobis, S.E., M.M
Dalam pembinaan tersebut, Dinkes Nganjuk memberikan materi mengenai keamanan pangan, higienitas produksi, Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), serta regulasi dan perizinan PIRT.
Sementara tim S3 Manajemen Unesa membekali pelaku UMKM dengan materi manajemen pemasaran, packaging, digital marketing dan pengelolaan keuangan.
Kemasan diperkenalkan sebagai bagian dari identitas sekaligus strategi pemasaran produk. Pelaku usaha juga didorong memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pasar.
Di sisi keuangan, peserta mendapat pemahaman mengenai pencatatan dan pengelolaan arus kas agar kondisi keuangan usaha dapat dipantau secara lebih tertib.
Dorong UMKM Nganjuk Naik Kelas
Kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah daerah tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas UMKM pangan secara menyeluruh.
Bukan hanya soal produk, tetapi juga bagaimana usaha memenuhi aspek keamanan dan legalitas, memiliki kemasan yang baik, mampu memanfaatkan pemasaran digital, serta mengelola keuangan secara tertib.
Program tersebut sekaligus mendukung Sustainable Development Goals (SDG) 8 terkait pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
Melalui pembinaan ini, UMKM pangan Nganjuk diharapkan semakin siap mengembangkan usaha dan meningkatkan daya saing produk di tengah persaingan pasar.
UMKM Pangan Nganjuk: Aman, Bermutu, Bermanfaat, dan Berdaya Saing.
(Kaperwil Jatim / Ramalnews.com )




