RAMAL NEWS.COM

Api Melalap Pabrik PT EVYAP di KEK Sei Mangke, 4 Jam Api Belum Padam, Ada Pekerja Diduga Jatuh Dari Ketinggian, Korban Masih Misteri


Simalungun, RN.com- Kebakaran hebat melanda fasilitas produksi PT Evyap Sabun Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Jalan Kelapa Sawit I, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (3/9/2026).

Kobaran api yang melalap sebagian area pabrik memicu pengerahan sedikitnya sekitar 10 unit mobil pemadam kebakaran dari berbagai unsur. Armada tersebut di antaranya berasal dari Damkar kawasan industri, Damkar Kabupaten Simalungun, Damkar PT Inalum, unsur TNI AD, serta Damkar Kabupaten Batu Bara.

Namun, hingga lebih dari empat jam proses pemadaman, api disebut masih belum sepenuhnya berhasil dikendalikan. Petugas gabungan masih berjibaku di lokasi menghadapi kobaran api yang terus melalap bagian pabrik.

Di tengah kepanikan akibat kebakaran, muncul informasi mengenai dugaan seorang pekerja melompat atau terjatuh dari ketinggian ketika berupaya menyelamatkan diri.

Persoalannya, hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi mengenai siapa pekerja tersebut, bagaimana kondisinya, maupun berapa jumlah korban yang mungkin terdampak.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan serius mengenai situasi keselamatan para pekerja saat kebakaran terjadi, termasuk bagaimana prosedur evakuasi dijalankan dan apakah seluruh pekerja telah berhasil dievakuasi.

RamalNews.com menegaskan, informasi mengenai dugaan korban tersebut masih membutuhkan konfirmasi resmi dari pihak perusahaan dan aparat berwenang.

Kebakaran yang terjadi di kawasan industri tersebut juga mendapat perhatian aparat penegak hukum.

Pantauan di lapangan menunjukkan personel Jihandak Polda Sumatera Utara, Polres Pematang Siantar, Polsek Bosar Maligas, Koramil hingga Kodim berada di sekitar lokasi untuk membantu pengamanan dan penanganan situasi.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa kebakaran bukan sekadar persoalan pemadaman api, tetapi juga membutuhkan pengamanan lokasi serta pemeriksaan terhadap kemungkinan adanya dampak lain dari insiden tersebut.

Belum dapat dipastikan apakah api berasal dari mesin produksi, instalasi listrik, bahan produksi, maupun faktor lainnya. Jawaban atas penyebab kebakaran tentunya menunggu hasil pemeriksaan dan penyelidikan pihak berwenang.

Tugiman, warga Desa Perlanakan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, mengaku datang ke lokasi setelah mendengar kabar kebakaran.

“Kami tidak tahu persis sebab terjadinya kebakaran dan berapa orang korban. Hanya tadi mendengar ada kebakaran di kawasan KEK Sei Mangkei, kami kemari,” ujar Tugiman kepada awak media.

Yang menjadi sorotan, hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Evyap Sabun Indonesia maupun humas perusahaan belum memberikan keterangan pers secara resmi terkait kronologi kejadian, penyebab kebakaran, kondisi pekerja, maupun kemungkinan adanya korban.

Di tengah api yang masih berkobar, publik tentu membutuhkan informasi yang jelas dan terukur, khususnya mengenai keselamatan pekerja, proses evakuasi, jumlah korban, kerusakan fasilitas, serta langkah penanganan yang dilakukan perusahaan.

RamalNews.com juga mempertanyakan, apakah seluruh prosedur keselamatan dan tanggap darurat di lingkungan pabrik telah berjalan sebagaimana mestinya saat insiden terjadi?

Pertanyaan tersebut penting dijawab secara terbuka, bukan untuk menghakimi pihak tertentu, melainkan untuk memastikan keselamatan pekerja menjadi prioritas utama dan kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan masih melakukan pemadaman dan api belum sepenuhnya padam.

RamalNews.com akan terus mengawal perkembangan kasus ini, terutama terkait kepastian jumlah korban, kondisi para pekerja, penyebab kebakaran, serta hasil pemeriksaan aparat terhadap sistem keselamatan dan tanggap darurat di lokasi. (Redaksi)

© Hak cipta 2026 - RamalNews.com