Batu Bara, RN.Com- Gagasan pembangunan Kawasan Terpadu yang diusulkan Forum Komunikasi Antar Etnis (FKAE) Kabupaten Batu Bara terus mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini, dukungan datang dari tokoh pemuda Batu Bara, T. Hazuarsah, yang menilai konsep tersebut sebagai langkah strategis untuk mempercepat pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Menurut Hazuarsah, usulan FKAE tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi konsep pembangunan terpadu yang mampu mengintegrasikan sektor kebudayaan, seni, olahraga, ruang publik, UMKM, pariwisata, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Kami menyambut baik gagasan FKAE ini. Kawasan terpadu dapat menjadi motor penggerak pembangunan Batu Bara, baik dalam meningkatkan sektor pariwisata, menggerakkan perekonomian masyarakat, melestarikan budaya dan seni, maupun menyediakan ruang yang layak bagi masyarakat untuk berolahraga dan beraktivitas," ujar Hazuarsah, Senin (3/8/2026).
Ia menjelaskan, keberadaan kawasan terpadu akan membuka ruang kolaborasi bagi seluruh elemen masyarakat, mulai dari pelaku seni budaya, komunitas olahraga, pelaku UMKM hingga generasi muda untuk menyalurkan kreativitas dan mengembangkan potensi daerah.
Selain menjadi pusat kegiatan masyarakat, kawasan tersebut juga diyakini mampu menjadi destinasi baru yang menarik minat wisatawan lokal maupun luar daerah, sehingga berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.
Minta Pemkab dan DPRD Bertindak Nyata
Dalam kesempatan itu, Hazuarsah juga meminta Pemerintah Kabupaten Batu Bara bersama DPRD Batu Bara agar tidak memandang usulan FKAE sebatas wacana.
Menurutnya, konsep pembangunan kawasan terpadu layak dikaji secara komprehensif dan dijadikan salah satu prioritas pembangunan daerah apabila dinilai memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
"Kami berharap pemerintah daerah dan DPRD merespons usulan ini secara serius. Jangan berhenti pada tahap diskusi. Jika konsep ini dinilai baik dan berpihak kepada kepentingan masyarakat, maka harus ada langkah nyata untuk membahas hingga merealisasikannya," tegasnya.
Ia menilai pembangunan kawasan terpadu merupakan investasi jangka panjang yang tidak hanya menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga menciptakan ruang bersama yang mampu menghidupkan aktivitas budaya, kesenian, olahraga, ekonomi kreatif, UMKM, dan sektor pariwisata.
FKAE Diminta Terus Kawal Gagasan
Hazuarsah turut memberikan apresiasi kepada FKAE Kabupaten Batu Bara yang dinilai telah membuka ruang dialog publik dan menghimpun berbagai aspirasi masyarakat terkait arah pembangunan daerah.
Ia berharap konsep yang tengah disusun FKAE dapat menjadi bahan pertimbangan penting bagi pemerintah dalam merancang pembangunan Batu Bara ke depan.
"Ini merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah memiliki kewenangan membangun, DPRD menjalankan fungsi pengawasan dan penganggaran, sedangkan masyarakat memberikan gagasan serta masukan. Jika semuanya bersinergi, saya yakin pembangunan Batu Bara akan semakin maju dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," pungkasnya.
Dengan terus mengalirnya dukungan dari berbagai tokoh dan elemen masyarakat, usulan pembangunan Kawasan Terpadu FKAE dinilai semakin menguat sebagai salah satu konsep pembangunan strategis yang diharapkan mampu menjadikan Kabupaten Batu Bara sebagai daerah yang maju di bidang budaya, olahraga, pariwisata, ekonomi kreatif, dan pelayanan ruang publik yang modern. (Red)

