Keberhasilan Kornelius, yang akrab disapa Rado, menjadi kebanggaan bagi keluarga dan masyarakat di kampung halamannya. Di balik kelulusannya tersimpan kisah perjuangan hidup yang penuh keterbatasan. Namun, kondisi ekonomi keluarga yang sederhana tidak pernah mematahkan tekadnya untuk terus mengejar cita-cita.
Rado merupakan putra pertama dari pasangan Lembah dan Omi. Ayahnya bekerja sebagai petani buruh yang setiap hari berjuang memenuhi kebutuhan keluarga, sementara ibunya adalah ibu rumah tangga yang juga membantu bekerja di warung milik saudara sepupunya untuk menambah penghasilan.
Selain dibesarkan oleh orang tua kandungnya, Rado juga diasuh oleh bapak angkat sekaligus pamannya, Poly P. Karaeng, yang telah merawatnya sejak usia dua tahun. Bagi keluarga, Rado telah dianggap sebagai anak kandung sendiri karena dibesarkan dengan penuh kasih sayang hingga dewasa.
Meski hidup dalam keterbatasan ekonomi, Rado tumbuh menjadi pribadi yang pekerja keras, disiplin, rajin, dan pantang menyerah. Baginya, kondisi ekonomi keluarga bukanlah alasan untuk berhenti mengejar impian.
Sejak masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK), Rado telah bercita-cita menjadi seorang tentara. Bahkan, ia pernah meminta dibelikan pakaian loreng TNI yang selalu dikenakannya dengan penuh kebanggaan.
"Menjadi prajurit TNI AD adalah impian saya sejak kecil. Saya ingin mengabdi kepada negara, membanggakan keluarga, serta menjadi tulang punggung bagi orang tua, om, tante, dan oma agar kehidupan mereka menjadi lebih baik," ungkap Rado.
Perjalanan menuju kelulusan bukanlah hal yang mudah. Ia harus mengikuti berbagai tahapan seleksi yang ketat, mulai dari pemeriksaan administrasi, tes kesehatan, kesamaptaan jasmani, tes mental ideologi, hingga tes akademik. Semua tahapan tersebut berhasil dilaluinya berkat kerja keras, latihan yang disiplin, doa, dan dukungan penuh dari keluarga.
"Keberhasilan ini saya raih melalui kerja keras, disiplin dalam berlatih dan belajar, serta doa dan dukungan moral dari orang tua dan seluruh keluarga," katanya.
Kebahagiaan atas kelulusan Rado juga dirasakan oleh masyarakat Desa Ramsar. Warga menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas keberhasilan putra daerah tersebut menjadi calon prajurit TNI AD.kini telah menjalani Dikmata Pusdik komlet TNI AD cimahi bandung.
Keluarga berharap Rado tetap rendah hati, menjadi panutan kepada adik adiknya di hari kelak dan menjaga nama baik keluarga, serta menjalankan tugas sebagai prajurit TNI AD dengan penuh dedikasi, disiplin, dan tanggung jawab dalam mengabdi kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kisah perjuangan Kornelius Arruan Langga ini menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita. Dengan kerja keras, ketekunan, doa, dan semangat pantang menyerah, impian yang telah dipupuk sejak kecil akhirnya berhasil diwujudkan.
Polyramalnwes.com.


