Kotim, Ramalnews.com- Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026, para atlet pencak silat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus mematangkan persiapan melalui program Training Center (TC) yang digelar secara rutin di Gedung KNPI, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Program TC tersebut dikoordinasikan oleh Hermawan, Gusti SB, Kamsuri, serta didukung oleh Paimon dan sejumlah relawan dari berbagai perguruan silat. Latihan dilaksanakan tiga kali dalam sepekan, yakni pada malam Senin, malam Kamis, dan malam Sabtu. Selain itu, para atlet juga tetap menjalani latihan tambahan di perguruan masing-masing sesuai kesepakatan bersama.
Sebanyak empat perguruan pencak silat bergabung dalam pemusatan latihan tersebut, yaitu IKS, PSHT, Jokotole, Harimau Terbang, dan INSIBA. Sementara itu, atlet dari SH Terate memilih berlatih di padepokan sendiri karena memiliki fasilitas latihan yang memadai.
Koordinator pelatih menegaskan bahwa seluruh atlet yang tergabung dalam TC saat ini mengedepankan semangat persatuan demi mengharumkan nama Kotim di ajang Porprov.
“Tidak ada lagi ego perguruan. Semua atlet yang hadir di sini memiliki tujuan yang sama, yakni membela dan membawa prestasi untuk Kabupaten Kotawaringin Timur,” ujar salah seorang pelatih.
Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, semangat para atlet dan pelatih tidak surut. Hingga saat ini, pelatih bekerja secara sukarela, sementara kebutuhan konsumsi dan air minum selama latihan sebagian besar berasal dari dukungan rekan-rekan perguruan yang atletnya menjadi wakil Kotim.
Menurut pengurus IPSI Kotim, kondisi keuangan organisasi saat ini masih mengalami keterbatasan. Bahkan setelah pelaksanaan pelantikan Ketua IPSI dan seleksi Porprov sebelumnya, kas IPSI disebut mengalami defisit yang cukup besar.
“Untuk saat ini belum ada bantuan dana dari KONI. Namun kondisi tersebut tidak mengurangi semangat atlet maupun pelatih untuk terus berlatih dan mempersiapkan diri menghadapi Porprov,” ungkap salah satu pengurus.
Meskipun sekretariat sempat menganjurkan agar latihan dilakukan di perguruan masing-masing demi efisiensi biaya, para atlet justru memilih tetap menjalani latihan bersama di Gedung KNPI. Mereka menilai latihan gabungan memberikan banyak manfaat, mulai dari bertambahnya wawasan teknik, pengalaman bertanding, hingga meningkatnya kemampuan beradaptasi dengan berbagai gaya permainan lawan.
Hasil pemantauan tim pelatih selama tiga kali pertemuan TC menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Para atlet dinilai mengalami peningkatan kemampuan fisik, penguasaan teknik pertandingan, serta pemahaman terhadap peraturan kompetisi.
“Perkembangan atlet cukup menggembirakan. Semangat mereka sangat tinggi sehingga proses pembinaan menjadi lebih mudah. Atlet mulai menguasai teknik-teknik pertandingan dan memahami strategi yang akan diterapkan saat Porprov nanti,” jelas pelatih.
Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, para atlet, pelatih, dan pengurus berharap kontingen pencak silat Kotawaringin Timur mampu tampil maksimal dan meraih prestasi membanggakan pada Porprov Kalimantan Tengah 2026 mendatang. (Kamsuri Kotim)

