Peristiwa tersebut bermula dari aksi sejumlah anggota IJS Mamasa yang mengumpulkan dana secara swadaya sebagai bentuk protes terhadap panitia HUT Kabupaten Mamasa ke‑24.
Para anggota menilai tidak adanya kejelasan maupun respons dari panitia terkait dukungan publikasi dan peliputan media dalam rangkaian kegiatan perayaan tersebut yang di janjikan Kadis Kominfo.
Dalam hal aksi kritik kinerja panitia HUT kabupaten Mamasa mengumpulkan dana yang sebesar Rp50.000 kemudian dimasukkan ke dalam sebuah amplop yang ditujukan kepada Bupati Mamasa sebagai pimpinan daerah sekaligus atasan dari panitia pelaksana kegiatan HUT daerah tersebut. Uang yang dimasukkan berupa pecahan kecil, yakni Rp5000, Rp2000, dan Rp10.000.
Amplop tersebut kemudian diserahkan langsung oleh dua anggota IJS Mamasa, Angsar mallarangan dan Nurdin, kepada Bupati saat sedang beristirahat bersama rombongannya di sebuah warung coto di sekitar Tribun Lapangan Kondo sapata, usai melakukan kunjungan kerja dari Tawalian.
Saat penyerahan berlangsung, Sekretaris Umum IJS Mamasa, Marthinus, juga berada di lokasi dan duduk bersama Bupati.
Menurut keterangan anggota IJS Mamasa, penyerahan amplop tersebut disampaikan secara langsung kepada Bupati dengan maksud sebagai bentuk sumbangan simbolis dari anggota IJS kepada panitia pelaksana HUT Kabupaten Mamasa.
Setelah penyerahan tersebut, kedua anggota yang menyerahkan amplop meninggalkan lokasi, sementara Sekum IJS Mamasa masih berada di tempat. Namun, situasi kemudian berubah tegang setelah rombongan Bupati memperbincangkan isi amplop tersebut. Beberapa pihak dalam rombongan menilai tindakan tersebut sebagai bentuk “jebakan” atau tindakan yang tidak pantas. Situasi itu kemudian memicu kemarahan Bupati kepada pihak IJS Mamasa.
Menanggapi hal tersebut, Ketua IJS DPW Mamasa, Johar, berupaya memberikan klarifikasi langsung kepada Bupati mengenai maksud penyerahan dana tersebut. Namun, penjelasan tersebut tidak langsung diterima oleh Bupati yang menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pelecehan terhadap dirinya sebagai kepala daerah.
Untuk memperjelas persoalan, para anggota IJS Mamasa kemudian mendatangi Rumah Jabatan Bupati Mamasa sekitar pukul 15.00 WITA untuk menyampaikan penjelasan secara langsung. Mereka menunggu selama beberapa jam hingga akhirnya Bupati keluar menemui mereka sekitar pukul 18.30 WITA di teras rumah jabatan.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Mamasa menyampaikan kemarahannya kepada anggota IJS. ia mempertanyakan maksud pencantuman namanya pada amplop yang berisi uang pecahan kecil tersebut. Bupati menyatakan bahwa tindakan tersebut dianggap sebagai bentuk pelecehan terhadap dirinya sebagai Bupati Mamasa.
Dalam suasana tegang, Bupati bahkan sempat meninggikan suara dan memukul meja saat menyampaikan keberatannya. Ia juga menilai tindakan tersebut menunjukkan sikap tidak etis dari pihak yang mengaku sebagai jurnalis dan mitra pemerintah.
Ketua IJS Mamasa bersama sejumlah pengurus kembali berupaya memberikan penjelasan bahwa langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap tidak adanya komunikasi dari panitia HUT Kabupaten Mamasa terkait keterlibatan dan dukungan bagi jurnalis dalam kegiatan peliputan.
Salah satu pengurus IJS Mamasa, Poly P. Karaeng, menjelaskan bahwa penyerahan amplop kepada Bupati dimaksudkan agar pimpinan daerah dapat mengetahui persoalan tersebut dan mengambil langkah dengan memanggil panitia pelaksana untuk membahas persoalan peliputan media dalam kegiatan HUT daerah.
Setelah berlangsung cukup lama, Bupati Mamasa akhirnya menyatakan bahwa persoalan tersebut dimaafkan, namun ia mengingatkan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari. Ia juga meminta ajudannya mengumpulkan uang pecahan yang ada di atas meja sebagai bagian dari bukti atas kejadian tersebut.
Pertemuan antara Bupati dan anggota IJS Mamasa akhirnya berakhir sekitar pukul 22.00 WITA. Para anggota IJS kemudian bersalaman dengan Bupati Mamasa dan berpamitan karena sebagian di antaranya harus kembali ke tempat tinggal yang cukup jauh.
Ketua DPP IJS Sulbar Irham azis S.I.P menyayangkan seharusnya bupati Mamasa selalu pimpinan bisa mengambil langkah untuk menegur dan memberi sangsi kepada panitia pelaksana HUT Mamasa yg dianggap tidak becus dan tidak profesional..
"Dan saya berharap selalu ketua DPP ketua ikatan Jurnalis Sulawesi Barat Bupati Mamasa jangan anti kritik dan bisa menerima bentuk protes yang dilakukan Jurnalis di Mamasa" ucapnya.
"Sebagai Dewan etik IJS DPW Mamasa DR(c).Ir.Rocky B.Paotonan, P.Eng, memberikan saran ke pada anggota ijs DPW Mamasa agar tetap menjalankan tugas jurnalistik yang profesional jangan mempitna seseorang, kritik terus berjalan demi mendukung kemajuan Mamasa ke depan".katanya.Roky
Sebagai tindak lanjut, pihak IJS Mamasa menyatakan akan menyampaikan kronologis lengkap peristiwa tersebut kepada pengurus DPP Ikatan Jurnalis Sulawesi Barat di Mamuju sebagai pimpinan tertinggi dalam organisasi IJS berkedudukan provinsi Sulawesi Barat sebagai laporan resmi terkait polemik yang terjadi.(Poly Ramalnews.com).
