Medan, Ramalnews.com- Ribuan masyarakat memadati Panggung Utama Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026 untuk menyaksikan Malam Pesona Seni dan Budaya Kabupaten Batu Bara, Selasa malam (21/7/2026). Kegiatan ini menjadi ajang promosi seni, budaya, dan potensi pariwisata Kabupaten Batu Bara yang mendapat apresiasi tinggi dari Bupati Batu Bara, Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Batu Bara bersama Wakil Bupati Syafrizal, S.E., M.AP., anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Ahmad Hadian dan Yahdi Khoir, unsur Forkopimda, Penjabat Sekretaris Daerah, para kepala OPD, Ketua TP PKK Kabupaten Batu Bara Ny. Henny Heridawaty Baharuddin, Staf Ahli TP PKK Ny. Leli Syafrizal, serta sejumlah tokoh dan guru besar asal Kabupaten Batu Bara.
Malam Pesona Seni dan Budaya diawali dengan Tari Persembahan Melayu yang disambut antusias ribuan penonton. Pertunjukan kemudian berlanjut dengan atraksi debus dari Kecamatan Nibung Hangus yang menjadi salah satu penampilan paling menyita perhatian.
Atraksi debus menampilkan berbagai aksi ekstrem seperti melukai tubuh dengan senjata tajam, makan pecahan kaca, menusukkan jarum, hingga permainan api tanpa mengalami luka. Selain menjadi hiburan, kesenian debus juga memperlihatkan nilai sejarah, spiritual, dan filosofi yang menjadi bagian dari identitas budaya Melayu.
Dalam sambutannya, Bupati Baharuddin Siagian mengatakan bahwa keikutsertaan Kabupaten Batu Bara di PRSU merupakan momentum penting untuk memperkenalkan warisan seni budaya sekaligus mempromosikan sektor pariwisata daerah kepada masyarakat Sumatera Utara.
"Saya sangat bangga karena kesenian dan kebudayaan Kabupaten Batu Bara masih terus dijaga dan dilestarikan hingga saat ini," ujar Baharuddin.
Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang memadati arena pertunjukan.
"Tercatat ribuan pengunjung hadir malam ini untuk menyaksikan penampilan seni dan budaya Kabupaten Batu Bara. Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kekompakan dan kesolidan masyarakat Kabupaten Batu Bara," katanya.
Menurut Baharuddin, persatuan dan kekompakan seluruh elemen masyarakat menjadi modal utama dalam mewujudkan visi Kabupaten Batu Bara Bahagia.
Selain debus, penonton juga disuguhkan Tari Putri Betenun yang mengangkat tradisi menenun kain songket sebagai warisan budaya Melayu Batu Bara. Tarian tersebut menggambarkan ketekunan, kelincahan, dan semangat para perempuan dalam menghasilkan kain songket yang menjadi identitas daerah.
Kemeriahan berlanjut dengan tari kreasi multietnis yang menampilkan 13 suku etnis di Sumatera Utara melalui gerakan dinamis dan busana adat masing-masing. Penampilan ini menjadi simbol kuatnya toleransi, persatuan, dan kerukunan masyarakat di Provinsi Sumatera Utara.
Rangkaian Malam Pesona Seni dan Budaya Kabupaten Batu Bara ditutup dengan penampilan enerjik artis viral asal Batu Bara, Rahman, yang berhasil menghibur ribuan penonton hingga akhir acara.
Keberhasilan Malam Pesona Seni dan Budaya yang dipadati ribuan pengunjung menunjukkan tingginya apresiasi masyarakat terhadap pelestarian budaya sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Batu Bara dalam menjaga warisan budaya sebagai aset penting untuk mendukung promosi pariwisata dan memperkuat identitas daerah. (Redaksi)


