Nganjuk (Jatim), Ramalnews.com – Jomsen Silitonga.
Tradisi Sedekah Desa Ketandan, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, kembali digelar dengan meriah dan penuh antusiasme masyarakat. Kegiatan yang telah menjadi agenda tahunan tersebut berlangsung sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki, hasil panen, kesehatan, serta keamanan yang dirasakan warga selama ini.
Acara yang dikemas dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan itu dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, S.T. (Mas Handy), Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Nganjuk M. Fauzi Irwana, S.E., unsur Forkopimcam Lengkong, Kepala Desa Ketandan Saji, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta ratusan warga yang memadati lokasi kegiatan.
Salah satu daya tarik utama dalam Sedekah Desa tahun ini adalah hadirnya gunungan hasil bumi dan aneka produk makanan yang disusun secara kreatif oleh warga. Gunungan tersebut menjadi simbol kemakmuran sekaligus ungkapan syukur masyarakat atas hasil pertanian dan rezeki yang diperoleh selama setahun terakhir.
Selain prosesi gunungan, masyarakat juga menggelar doa bersama, kenduri, dan berbagai kegiatan budaya yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Momentum tersebut menjadi sarana mempererat tali silaturahmi serta memperkuat nilai gotong royong yang telah menjadi ciri khas masyarakat Desa Ketandan.
Kepala Desa Ketandan, Saji, mengatakan bahwa Sedekah Desa bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan warisan budaya yang memiliki nilai sosial, budaya, dan spiritual yang tinggi.
"Sedekah Desa ini merupakan bentuk rasa syukur masyarakat kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan. Kami berharap tradisi ini terus dilestarikan sebagai sarana mempererat
persaudaraan, menjaga kerukunan, dan menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat. Terima kasih kepada seluruh warga yang telah berpartisipasi sehingga acara dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan meriah," ujar Saji.
Sementara itu, Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, S.T., mengapresiasi kekompakan masyarakat Desa Ketandan yang tetap menjaga tradisi budaya di tengah perkembangan zaman.
"Kegiatan seperti ini memiliki nilai yang sangat positif karena mampu memperkuat persatuan, kebersamaan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Pemerintah Kabupaten Nganjuk akan terus mendukung pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari identitas daerah," ungkap Mas Handy.
Hal senada disampaikan M. Fauzi Irwana, S.E., yang menilai Sedekah Desa menjadi bukti nyata bahwa budaya gotong royong masih hidup dan terjaga dengan baik di tengah masyarakat pedesaan.
Antusiasme warga terlihat sejak awal hingga akhir acara. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga para sesepuh desa turut ambil bagian dalam setiap rangkaian kegiatan, menjadikan Sedekah Desa Ketandan sebagai pesta rakyat yang sarat makna dan nilai kebersamaan.
Melalui kegiatan ini, masyarakat berharap Desa Ketandan senantiasa diberikan keberkahan, keselamatan, kemakmuran, serta kemajuan dalam berbagai aspek pembangunan di masa mendatang.
( Kaperwil Jatim )
