Lombok Tengah (NTB), RN.Com- Keluarga Papuk Meng sebagai pihak keluarga korban, serta diduga melibatkan seorang Kepala Dusun (Kadus) di Dusun Ras, Desa Beraim, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah.
Keluarga Papuk Meng menuntut penegakan hukum yang adil, transparan, dan tanpa adanya keberpihakan dalam penanganan dugaan kasus tindak kekerasan yang mereka laporkan.
Pertemuan keluarga dan tokoh masyarakat berlangsung di wilayah Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), sementara peristiwa dugaan kekerasan terjadi di Desa Beraim, Kecamatan Praya Tengah.
Pertemuan berlangsung baru-baru ini (waktu pasti tidak disebutkan dalam keterangan), di tengah proses hukum yang masih berjalan.
Keluarga menilai pentingnya kepastian hukum dan keadilan karena mereka menduga laporan dan bukti yang telah disampaikan belum ditindaklanjuti secara optimal. Mereka juga menolak adanya perlakuan istimewa terhadap pihak tertentu dalam proses hukum.
Keluarga Papuk Meng menyampaikan sikap mereka melalui musyawarah bersama tokoh masyarakat, dengan tetap menghormati proses hukum yang berjalan. Mereka menegaskan akan terus memperjuangkan keadilan melalui jalur hukum resmi serta meminta aparat penegak hukum bekerja secara profesional, objektif, dan transparan.
Keluarga Papuk Meng menegaskan tidak akan mundur dalam memperjuangkan keadilan atas dugaan kasus kekerasan yang terjadi di Desa Beraim. Mereka meminta aparat penegak hukum bertindak tegas, tidak tebang pilih, dan memastikan seluruh bukti serta laporan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku di Indonesia, demi tercapainya kepastian hukum dan rasa keadilan bagi semua pihak. (Tim RN NTB)

