Rupat (Bengkalis), Ramalnews.com- Warga desa-desa pelosok di wilayah Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, mengeluhkan sulitnya akses terhadap bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite. Kondisi ini memicu tuntutan agar pemerintah memastikan distribusi BBM benar-benar merata hingga ke daerah terpencil.
Situasi paling mencolok terjadi di Desa Titi Akar. Demi mendapatkan BBM, warga harus menempuh perjalanan puluhan kilometer menuju SPBU di wilayah Teluk Lecah. Bahkan, sejumlah warga terpaksa mengangkut sepeda motor mereka menggunakan becak motor agar lebih efisien dalam perjalanan jauh tersebut.
“Di desa kami sudah tidak ada minyak, Pak. Kami ramai-ramai ke sini, hampir 20 motor hanya untuk dapat Pertalite,” ujar salah seorang warga dengan nada kesal saat ditemui awak media.
Warga juga berharap adanya kebijakan yang memperbolehkan pembelian BBM menggunakan jeriken dalam jumlah terbatas, antara 5 hingga 35 liter, untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat di desa.
Menurut mereka, pernyataan pemerintah yang menyebut stok BBM aman belum sepenuhnya mencerminkan kondisi di lapangan. Persoalan utama bukan hanya ketersediaan, tetapi juga distribusi yang dinilai belum menjangkau wilayah terpencil secara merata.
“Kami yang di desa pelosok ini juga butuh perhatian. Jangan hanya dipastikan di SPBU saja. Datanglah ke sini, lihat langsung kondisi kami,” kata warga lainnya. Selasa 5 April 2026 sekira pukul 12.00 wib.
Secara geografis, Pulau Rupat, khususnya wilayah Rupat Utara, menghadapi tantangan tersendiri. Akses transportasi yang terbatas, infrastruktur yang belum memadai, serta kondisi wilayah yang terpisah oleh perairan membuat masyarakat harus mengeluarkan biaya dan tenaga ekstra hanya untuk memperoleh BBM.
Warga pun meminta Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bengkalis, Zulpan, agar turun langsung ke desa-desa terpencil guna melihat kondisi riil yang mereka alami. Mereka berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memastikan distribusi BBM dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Sebelumnya, Zulpan menyatakan bahwa stok BBM di wilayah Bengkalis, termasuk Pulau Rupat, dalam kondisi aman dan penyaluran berjalan lancar. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada dampak dari kondisi distribusi BBM di daerah lain seperti Pekanbaru.
“Stok BBM dalam keadaan aman dan tersedia. Penyaluran tetap berjalan normal dan kuota masih mencukupi,” ujarnya.
Meski demikian, keluhan masyarakat di pelosok menjadi pengingat bahwa persoalan BBM tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan, tetapi juga aksesibilitas. Warga berharap pemerintah tidak hanya berpatokan pada data distribusi, melainkan juga turun langsung melihat kondisi nyata di lapangan. (Eljhon Rupat)

