RAMAL NEWS.COM

Pemdes Sukajaya Gelar Rapat Darurat Bahas Tawuran Remaja, Dorong Sanksi Tegas hingga Cabut Bantuan Sosial Orang Tua Pelaku


 Batubara (Sumut), Ramalnews.com- Pemerintah Desa Sukajaya, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, menggelar rapat koordinasi bersama para orang tua yang anaknya diduga terlibat aksi tawuran remaja yang meresahkan warga. Rapat berlangsung di Aula Kantor Desa Sukajaya pada Selasa 7 April 2026, yang mana tawuran nya terjadi pada hari Senin Malam, tawuran diperkirakan terjadi mulai sekitar pukul 22.00 WIB hingga menjelang subuh.

Langkah tersebut diambil menyusul maraknya aksi tawuran antar remaja yang dalam beberapa hari terakhir semakin meresahkan masyarakat dan pedagang di wilayah Tanjung Tiram.

Kepala desa bersama perangkat desa sebelumnya telah menggelar musyawarah dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan orang tua anak yang diduga terlibat tawuran guna mencari solusi atas meningkatnya kenakalan remaja. Namun, tidak seluruh orang tua memenuhi undangan tersebut.

Dalam rapat koordinasi lanjutan itu, pemerintah desa menegaskan perlunya keterlibatan aktif para orang tua dalam mengawasi anak-anak mereka agar tidak kembali terlibat aksi tawuran.

“Tujuan utama rapat ini adalah mencari solusi terbaik terhadap kenakalan remaja yang sudah sangat meresahkan masyarakat,” ujar salah satu peserta rapat.

Warga menilai tindakan tegas harus segera diambil karena tawuran yang terjadi disebut telah menggunakan senjata tajam dan bom molotov, sehingga dinilai tidak bisa lagi dianggap sebagai kenakalan biasa.

Masyarakat mendesak pihak kecamatan, kepolisian, dan aparat penegak hukum agar memberikan efek jera kepada para pelaku maupun orang tua yang dinilai lalai dalam mengawasi anak-anak mereka.

Sebagai langkah lanjutan, para kepala desa se-Kecamatan Tanjung Tiram dijadwalkan melakukan audiensi ke Polsek Labuhan Ruku pada Senin atau Selasa mendatang guna membahas penanganan serius terhadap maraknya tawuran remaja tersebut.

Sejumlah usulan pun mencuat dalam rapat, mulai dari pembinaan remaja melalui pesantren atau barak pembinaan militer bekerja sama dengan Kodim, hingga pemberian sanksi sosial kepada keluarga pelaku.

Bahkan, warga mengusulkan agar bantuan sosial seperti BLT, PKH, dan BPNT bagi orang tua remaja yang terbukti terlibat tawuran dievaluasi atau dicabut, sebagai bentuk shock therapy agar orang tua lebih bertanggung jawab dalam mendidik dan mengawasi anak-anak mereka.

Warga berharap langkah tegas pemerintah dan aparat dapat segera direalisasikan demi mengembalikan rasa aman dan ketertiban di tengah masyarakat Tanjung Tiram. (Red)

© Hak cipta 2026 - RamalNews.com