RAMAL NEWS.COM

Prof Dr Sutan Nasomal: Perang Iran vs Israel Berpotensi Picu Krisis Kelaparan Global


Jakarta, Ramalnews.com-  Sutan Nasomal menyampaikan peringatan serius terkait dampak perang antara Iran dan Israel yang telah berlangsung sekitar satu bulan terakhir. Ia menilai konflik tersebut berpotensi memicu krisis global, termasuk kelaparan massal dan lonjakan harga energi di berbagai negara.

Pernyataan disampaikan oleh Prof Dr Sutan Nasomal SH MH, pakar hukum internasional sekaligus Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia.

Ia mengklaim bahwa perang Iran vs Israel berpotensi menyebabkan krisis pangan dan energi global, bahkan bisa berdampak pada miliaran penduduk dunia.

Disampaikan pada 30 Maret 2026, saat konflik telah berlangsung kurang lebih satu bulan.

Pernyataan disampaikan dari Markas Pusat Partai Koalisi Rakyat Indonesia di kawasan Kalisari, Cijantung, Jakarta.

Menurutnya, konflik melibatkan kekuatan besar dunia dengan dukungan sekutu masing-masing, seperti Amerika Serikat di pihak Israel dan Rusia di pihak Iran. Hal ini dinilai memperpanjang perang dan mengganggu distribusi energi serta pangan global.

Nasomal menjelaskan bahwa terganggunya pasokan energi, termasuk kemungkinan penutupan jalur laut oleh Iran, akan memicu kenaikan harga bahan bakar dan kebutuhan pokok. Dampaknya, daya beli masyarakat menurun dan berpotensi memicu kelaparan serta konflik sosial di berbagai negara.

Ia juga memperingatkan bahwa krisis berkepanjangan dapat memicu instabilitas global, termasuk munculnya konflik lokal akibat perebutan sumber daya. Selain itu, kawasan Timur Tengah disebut berpotensi mengalami kerusakan infrastruktur energi dan krisis air bersih.

Dalam pernyataannya, Nasomal turut mendesak para pemimpin dunia untuk segera mengambil langkah menghentikan konflik. Ia juga berharap Prabowo Subianto dapat memperkuat peran Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia serta mendukung kemerdekaan Palestina.

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya kemandirian nasional, khususnya dalam sektor pangan, energi, serta alat kesehatan, guna menghadapi potensi krisis global jika perang berlangsung lebih lama. (Tim/Red)

© Hak cipta 2026 - RamalNews.com