RAMAL NEWS.COM

SPBU Simpang Bandar 14.213.228 Disorot, Diduga Layani Mafia Bio Solar pada Malam Hari

Ramalnews.com- Sumatera Utara, Batubara- Aktivitas penyaluran BBM subsidi jenis Bio Solar di SPBU Simpang Bandar bernomor 14.213.228, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, menuai sorotan tajam. SPBU tersebut diduga melayani praktik ilegal penjualan Bio Solar kepada pihak tertentu pada malam hingga subuh hari, yang kemudian disinyalir diperjualbelikan kembali oleh jaringan mafia solar, Rabu (26/02/2026).

SPBU Simpang Bandar diduga menyalurkan Bio Solar subsidi di luar ketentuan kepada kendaraan tertentu pada malam hari. BBM subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat justru diduga dimanfaatkan oleh pihak yang tidak berhak untuk diperjualbelikan kembali secara ilegal.

Praktik ini diduga melibatkan oknum pengelola SPBU serta jaringan mafia BBM. Sejumlah kendaraan, termasuk mobil box, disebut-sebut menjadi sarana pengangkutan Bio Solar untuk distribusi ilegal ke wilayah lain.

Peristiwa ini terjadi di SPBU Simpang Bandar 14.213.228 yang berada di Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. Dugaan distribusi lanjutan mengarah ke wilayah Indrapura hingga Belawan.

Aktivitas mencurigakan ini berlangsung pada malam hingga subuh hari. Hasil pemantauan wartawan pada Kamis (26/02/2026) sekitar pukul 01.00 WIB hingga 03.58 WIB memperkuat dugaan tersebut.

Diduga ada penyalahgunaan distribusi BBM subsidi akibat lemahnya pengawasan serta kemungkinan adanya praktik terorganisir. Kelangkaan Bio Solar di siang hari memunculkan indikasi bahwa distribusi tidak tepat sasaran dan dialihkan untuk kepentingan tertentu.

Berdasarkan pemantauan langsung, sekitar pukul 03.58 WIB terlihat satu unit mobil box putih bernomor polisi B 9075 FYW melakukan pengisian Bio Solar di SPBU tersebut. Saat kendaraan wartawan berhenti untuk mendokumentasikan aktivitas, mobil tersebut langsung meninggalkan lokasi dengan cepat.

Wartawan kemudian melakukan penelusuran. Mobil box tersebut bergerak menuju Indrapura, sempat masuk ke gerbang tol Indrapura, lalu keluar kembali dan melanjutkan perjalanan ke arah Sukaraja. Di SPBU Sukaraja, kendaraan sempat berputar arah, kemudian melaju ke arah Tebing Tinggi sebelum akhirnya berbelok menuju kawasan Simpang Bandar Tinggi.

Pergerakan kendaraan yang tidak wajar tersebut semakin memperkuat dugaan adanya distribusi ilegal BBM subsidi.

Keterangan Warga, Sejumlah warga mengaku resah dengan kondisi tersebut. Mereka menyebut Bio Solar kerap tidak tersedia pada siang hari, namun justru tersedia pada malam hari.

“Kami sudah sangat muak. Siang hari kosong, tapi malam hari ada. Ini sudah sering viral di media sosial, tapi seperti tidak ada tindakan dari pihak terkait,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Warga juga mengungkapkan bahwa mobil pengangkut sebelumnya menggunakan box berwarna kuning, namun kini berganti menjadi mobil box putih yang diduga mendistribusikan BBM ke wilayah Belawan.

Sorotan dan Desakan, Masyarakat menduga praktik ini telah berlangsung lama dan terkesan dibiarkan. Bahkan muncul dugaan adanya “beking” sehingga aktivitas tersebut berjalan tanpa hambatan.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terkait pengawasan distribusi BBM subsidi, khususnya Bio Solar yang seharusnya tepat sasaran.

Hingga Berita Diterbitkan, Pihak pengelola SPBU Simpang Bandar 14.213.228 maupun pihak Pertamina Regional Sumatera Utara belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan tersebut.

Masyarakat mendesak aparat penegak hukum serta pihak terkait untuk segera melakukan penyelidikan dan penindakan tegas. Jika terbukti terjadi pelanggaran, sanksi tegas dinilai perlu diberikan guna menjaga distribusi BBM subsidi tetap tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. (Red/tim)

© Hak cipta 2026 - RamalNews.com