RAMAL NEWS.COM

Prof Sutan Nasomal: Tangkap Penipu Umroh yang Telantarkan 24 Jemaah Asal Madura di Mekkah

Ramalnews.com- Jakarta- Dugaan penipuan perjalanan umroh kembali mencuat setelah sebanyak 24 jemaah asal Madura dilaporkan terlantar di Kota Mekkah, Arab Saudi. Para jemaah mengalami berbagai kesulitan akibat dugaan kelalaian pihak penyelenggara travel berinisial H. Hasan.

Sebanyak 24 jemaah umroh asal Madura diduga menjadi korban penipuan biro perjalanan. Mereka terlantar di Mekkah karena fasilitas yang diterima tidak sesuai dengan paket yang dijanjikan, termasuk masalah akomodasi, pelayanan, hingga kepastian jadwal kepulangan.

Korban adalah 24 jemaah asal Madura. Terduga pelaku adalah penyelenggara travel berinisial H. Hasan. Pakar hukum internasional dan ekonom nasional, Sutan Nasomal, turut memberikan tanggapan atas kasus tersebut.

Kasus ini mencuat dalam beberapa hari terakhir setelah para jemaah melaporkan kondisi mereka yang terlantar di Mekkah dan keluarga korban di Madura menyampaikan keluhan kepada pihak terkait.

Peristiwa ini terjadi di Kota Mekkah, Arab Saudi, tempat para jemaah menjalankan ibadah umroh.

Diduga penelantaran terjadi karena pihak travel tidak memenuhi kewajiban sesuai paket yang dijanjikan kepada jemaah, mulai dari fasilitas hotel yang tidak layak hingga ketidakjelasan pengaturan perjalanan dan kepulangan.

Para jemaah berangkat ke Tanah Suci melalui travel yang dijanjikan menyediakan fasilitas lengkap. Namun setibanya di Mekkah, mereka mengalami keterlambatan akomodasi, fasilitas yang tidak sesuai, serta tidak mendapat kepastian jadwal pulang. Kondisi ini membuat para jemaah terlantar dan meminta bantuan.

Menanggapi kasus tersebut, Prof. Sutan Nasomal menegaskan agar pemerintah melalui Kementerian Agama tidak hanya memberikan sanksi administratif seperti pencabutan izin, tetapi juga mendorong proses hukum terhadap pelaku.

“Untuk efek jera, pelaku penipuan harus diproses secara hukum, tidak hanya dicabut izinnya,” tegasnya.

Ia juga meminta aparat penegak hukum segera menangkap terduga pelaku agar memberikan kepastian hukum bagi korban.

Sementara itu, keluarga jemaah di Madura berharap pemerintah segera turun tangan untuk memfasilitasi kepulangan para korban ke Indonesia dengan selamat serta memastikan hak-hak mereka terpenuhi.

Kasus ini menjadi perhatian publik dan diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperketat pengawasan terhadap biro travel umroh, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. (Red/tim)

© Hak cipta 2026 - RamalNews.com