Ramalnews.com- Kalteng, Kotim- Masyarakat sekitar PT. Sampit tumbur merasa tidak nyaman dengan adanya aroma bau yang sangat menyengat, diketahui oleh warga pada hari rabu,14-1-2026, yang terdapat di wilayah kelurahan ketapang, Kecamatan Menta Baru ketapang, kota waringin timur.
Sebelumnya warga sudah senang dengan di tutupnya kegiatan pabrik getah tersebut yang dikelola oleh PT. Sampit, warga sudah bebas dari bau getah yang puluhan tahun beroperasi tersebut.
"Semenjak di tutup perusahaan pabrik getah tersebut, Masyarakat merasa tenang dan adem ayem karena tidak terjadi polusi udara yang terhirup, jadi udara pun terasa segar", ujar dari salah satu tokoh masyarakat yang nama dan inisial nya tidak berkenan disebutkan ke publik.
Namun, dalam beberapa tahun kemudian, warga sekitar Perusahan tersebut kembali terpolusi lagi, ketika mencium bau limbah dari PT. Sampit kembali, bahkan warga ada yang muntah- muntah, oleh dampak bau busuk yang terpolusi.
Dari berapa RT di sekitar PT. Sampit mencari tahu darimana asal sumber bau yang menyengat tersebut, setelah diketahui dari kebenaran nya, dari beberapa masyarakat desa pun mulai mendatangi PT. Sampit.
Ternyata asal bau itu berasal dari limbah sawit yang di tampung di perusahaan PT. Sampit tersebut.
Pada dasar awal nya, Kegiatan ini tidak ketahuan dari masyarakat, setelah beroperasi berjalan lebih kurang 5 bulan, baru diketahui oleh warga maupun RT setempat, bahwasanya sumber bau yang menyengat tersebut dari PT Sampit tersebut.
Hasil pertemuan pada hari rabu 14-1-2026, dari kedua belah pihak ada mengadakan pertemuan mencari jalan keluarnya (solusi) agar tidak terjadi hal- hal yang tidak di inginkan.
Pemilik limbah merter Mik agar dapat untuk bermusyawarah kepada masyarakat, baik itu dari masyarakat RT/RW nya, untuk agar bisa untuk bermusyawarah, agar mendapat solusinya yang terbaik, adapun keterangan Rekan- rekan RT kepada awak Media (Tim/red)
