Ramalnews.com- Sumatera Utara, Medan– Kasus pencurian sepeda motor kembali menjadi perhatian publik setelah dua wartawan di Kota Medan menjadi korban dalam kurun waktu awal tahun 2026. Peristiwa ini menambah kekhawatiran terhadap keamanan kendaraan bermotor, khususnya di momen-momen yang seharusnya penuh ketenangan dan kebahagiaan.
Korban pertama merupakan seorang wartawan dari Tribun Medan yang kehilangan sepeda motornya pada malam pergantian tahun baru 2026. Saat itu, korban sedang menjalankan aktivitas di tengah perayaan malam tahun baru. Diduga pelaku memanfaatkan situasi keramaian untuk melancarkan aksinya.
Sementara itu, kasus kedua menimpa wartawan dari Harian Analisa. Peristiwa tersebut terjadi saat korban tengah melaksanakan ibadah salat tarawih pada malam pertama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Sepeda motor milik korban yang diparkir di sekitar lokasi ibadah raib digondol pelaku.
Dua kejadian ini memiliki kesamaan, yakni terjadi pada momen penting yang membuat korban lengah, serta memanfaatkan situasi ramai tanpa pengawasan ketat. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku kejahatan semakin berani dan jeli melihat peluang.
Sejumlah kalangan jurnalis di Medan menyayangkan kejadian tersebut. Selain menimbulkan kerugian materi, peristiwa ini juga menambah rasa tidak aman bagi para pekerja pers yang sehari-hari menjalankan tugas di lapangan.
Para korban diharapkan segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti. Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, seperti menggunakan kunci ganda, memarkir kendaraan di tempat aman, serta memastikan adanya pengawasan, terutama saat berada di keramaian atau tempat ibadah.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa tindak kriminal dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Oleh karena itu, sinergi antara masyarakat dan aparat penegak hukum sangat dibutuhkan guna menekan angka kejahatan, khususnya pencurian kendaraan bermotor di wilayah Kota Medan. (Red/tim)
