Batu Bara, Ramalnews.com- Gagasan pembangunan Kawasan Terpadu Seni, Budaya, Olahraga, UMKM, Pariwisata dan Ruang Publik yang diinisiasi Forum Komunikasi Antar Etnis (FKAE) Kabupaten Batu Bara di bawah kepemimpinan Muhammad Rafik terus mendapat dukungan dari berbagai kalangan. Kali ini, dukungan tegas datang dari anggota DPRD Kabupaten Batu Bara, Ahmad Fahri, yang menyatakan siap membawa usulan tersebut ke pembahasan legislatif sekaligus menyampaikannya langsung kepada Bupati Batu Bara.
Menurut Ahmad Fahri, konsep kawasan terpadu yang digagas FKAE bukan sekadar proyek pembangunan fisik, melainkan sebuah visi jangka panjang untuk menyiapkan Batu Bara menghadapi pesatnya perkembangan kawasan industri dan pelabuhan dengan tetap memperkuat identitas budaya serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Saya mendukung penuh gagasan kawasan terpadu ini karena konsepnya sangat baik. Aspirasi ini akan kami sampaikan langsung kepada Bupati Batu Bara dan akan kami bawa ke tingkat pembahasan di DPRD agar dapat menjadi bagian dari arah pembangunan daerah ke depan," tegas Ahmad Fahri.
Ia menilai pembangunan di Batu Bara tidak boleh hanya berorientasi pada sektor industri. Daerah ini juga membutuhkan kawasan pendukung yang mampu menjadi pusat aktivitas budaya, olahraga, ekonomi kreatif, serta destinasi wisata keluarga.
"Jangan sampai Batu Bara hanya dikenal sebagai kawasan industri. Kita juga harus memiliki pusat budaya, rumah-rumah etnis, gedung kesenian, pusat UMKM, fasilitas olahraga, ruang terbuka hijau dan ruang publik yang menjadi kebanggaan masyarakat," ujarnya.
Ahmad Fahri meyakini keberadaan kawasan terpadu akan memberikan dampak ekonomi yang luas melalui tumbuhnya sektor UMKM, meningkatnya kunjungan wisatawan, serta terbukanya peluang usaha baru bagi masyarakat lokal.
Sementara itu, Ketua FKAE Kabupaten Batu Bara, Muhammad Rafik, menjelaskan bahwa gagasan pembangunan kawasan terpadu lahir dari semangat menjaga persatuan dalam keberagaman yang selama ini menjadi kekuatan Kabupaten Batu Bara.
Menurutnya, kawasan tersebut dirancang sebagai wadah yang menyatukan seni, budaya, olahraga, pariwisata, UMKM serta ruang publik dalam satu kawasan yang modern namun tetap mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal.
"Kawasan terpadu ini bukan hanya membangun fisik. Yang ingin kita bangun adalah karakter masyarakat, memperkuat persatuan antar-etnis, melestarikan budaya, sekaligus menciptakan ruang bagi generasi muda untuk berkarya, berolahraga dan berprestasi," kata Rafik.
Ia menegaskan bahwa pembangunan manusia harus berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur agar Batu Bara memiliki daya saing di masa depan.
"Kalau kita ingin Batu Bara maju, jangan hanya membangun gedung dan jalan. Kita juga harus membangun manusianya. Anak-anak muda harus memiliki ruang untuk mengenal budayanya, mengembangkan bakat olahraga, berkesenian dan membangun ekonomi kreatif," tambahnya.
Rafik berharap dukungan yang terus mengalir dari tokoh masyarakat dan anggota DPRD menjadi langkah awal agar usulan pembangunan kawasan terpadu dapat segera dibahas secara resmi bersama Pemerintah Kabupaten Batu Bara dan masuk dalam agenda perencanaan pembangunan daerah.
Ia optimistis kawasan tersebut akan menjadi ikon baru Kabupaten Batu Bara yang mampu mengintegrasikan sektor budaya, olahraga, pariwisata, UMKM, dan ekonomi kerakyatan di tengah berkembangnya kawasan industri dan pelabuhan.
Usulan pembangunan Kawasan Terpadu Seni, Budaya, Olahraga, UMKM, Pariwisata dan Ruang Publik mendapat dukungan dari anggota DPRD Batu Bara.
FKAE Kabupaten Batu Bara yang dipimpin Muhammad Rafik dan anggota DPRD Kabupaten Batu Bara Ahmad Fahri, Minggu, 2 Agustus 2026, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.
Untuk mempersiapkan Batu Bara tidak hanya sebagai kawasan industri dan pelabuhan, tetapi juga sebagai pusat budaya, olahraga, pariwisata, UMKM, serta ruang publik yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sumber daya manusia.
Melalui pembangunan kawasan terpadu yang mengintegrasikan rumah-rumah etnis, gedung kesenian, pusat UMKM, fasilitas olahraga, ruang terbuka hijau, dan berbagai fasilitas publik yang diharapkan dibahas bersama Pemerintah Kabupaten Batu Bara dan DPRD sebagai bagian dari perencanaan pembangunan daerah. (Red)
