Batu Bara, RamalNews.com – Kepulan asap hitam pekat yang diduga berasal dari aktivitas pengolahan kelapa sawit milik PT SMA di kawasan Pasir-Pasir, tepatnya di Desa Sei Muka, Kecamatan Datuk Tanah Datar, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, kembali menjadi sorotan.
Berdasarkan pantauan awak media saat melintas di sekitar kawasan perkebunan dan pabrik kelapa sawit tersebut, terlihat kepulan asap hitam membumbung tinggi ke udara. Asap diduga keluar dari aktivitas operasional pabrik dan tampak menyebar ke lingkungan sekitar.
Kondisi ini dikhawatirkan dapat menimbulkan pencemaran udara yang berpotensi mengganggu kenyamanan serta kesehatan masyarakat, terutama warga yang bermukim dan beraktivitas di sekitar kawasan tersebut.
Tak hanya kepulan asap yang terlihat jelas, awak media juga mencium aroma cukup menyengat yang diduga berasal dari aktivitas pengolahan atau limbah kelapa sawit. Bau tersebut menimbulkan kesan udara di sekitar lokasi menjadi tidak nyaman untuk dihirup.
Asap Hitam Dinilai Perlu Ditelusuri, Kepulan asap hitam yang terjadi berulang kali dinilai perlu mendapat perhatian serius dari instansi yang memiliki kewenangan di bidang lingkungan hidup. Sebab, apabila emisi yang dikeluarkan melebihi ambang batas yang diperbolehkan, maka dampaknya dikhawatirkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan lingkungan sekitar.
Terjadi dugaan pencemaran udara akibat kepulan asap hitam yang diduga berasal dari aktivitas PT SMA.
Pihak yang menjadi sorotan adalah PT SMA, sementara masyarakat sekitar berpotensi terdampak.
Kawasan Pasir-Pasir, Desa Sei Muka, Kecamatan Datuk Tanah Datar, Kabupaten Batu Bara.
Kepulan asap terpantau saat awak media melintas di sekitar lokasi, dan disebut terjadi berulang kali.
Diduga berkaitan dengan aktivitas operasional pengolahan kelapa sawit yang perlu diperiksa lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Asap hitam terlihat mengepul ke udara dan disertai aroma menyengat yang diduga berasal dari aktivitas atau limbah pengolahan sawit.
Masyarakat berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batu Bara tidak menutup mata terhadap persoalan ini dan segera turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan terhadap sumber asap, sistem pengendalian emisi, serta kualitas udara di sekitar lokasi.
Pemeriksaan tersebut dinilai penting agar tidak muncul spekulasi di tengah masyarakat. Jika memang ditemukan adanya pelanggaran terhadap ketentuan lingkungan hidup, masyarakat berharap langkah tegas dapat diambil sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Lingkungan hidup bukan hanya soal kepentingan perusahaan, tetapi juga menyangkut hak masyarakat untuk menghirup udara yang bersih dan sehat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak PT SMA maupun Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batu Bara terkait kepulan asap hitam yang terpantau tersebut. (Redaksi)

