RAMAL NEWS.COM

Ketua Satgas MBG Batu Bara Sentil Dapur SPPG Kampung Lalang, Tegaskan Rekrut Relawan Wajib Utamakan Warga Miskin Sekitar


 Batu Bara (Sumut), Ramalnews.com- Ketua Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Batu Bara yang juga Wakil Bupati Batu Bara, Syafrizal, menegaskan seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya wajib memprioritaskan warga sekitar, khususnya masyarakat kategori desil 1 dan desil 2 (miskin ekstrem), dalam proses perekrutan relawan.

Penegasan itu disampaikan Syafrizal pada Senin (27/7/2026) sebagai respons atas informasi dan masukan dari awak media terkait dugaan proses rekrutmen relawan di dapur SPPG yang berada di sekitar Terminal Desa Kampung Lalang, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, yang dijadwalkan mulai beroperasi pada Agustus 2026.

Diduga Rekrut Orang Luar, Satgas Siap Evaluasi, Informasi yang berkembang menyebutkan rekrutmen relawan di dapur SPPG tersebut diduga lebih banyak melibatkan orang dari luar desa operasional. Bahkan muncul dugaan adanya praktik yang dinilai tidak transparan serta adanya pihak-pihak tertentu yang diduga melakukan "backup" dalam proses perekrutan.

Menanggapi hal tersebut, Syafrizal menegaskan bahwa informasi tersebut akan menjadi bahan evaluasi Satgas MBG agar pelaksanaan program nasional itu tetap berjalan sesuai tujuan pemerintah.

"Saya tetap memprioritaskan warga setempat di sekitar dapur SPPG, khususnya masyarakat desil 1 dan desil 2. Jika tidak ada yang memenuhi syarat atau tidak bersedia, barulah kesempatan dibuka bagi warga dari luar," tegas Syafrizal.

Seluruh Dapur SPPG Akan Diawasi Ketat, Syafrizal memastikan Satgas MBG Kabupaten Batu Bara akan melakukan pengawasan terhadap seluruh dapur SPPG, baik yang telah maupun yang belum beroperasi.

Menurutnya, setiap yayasan pengelola wajib mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) dan seluruh ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

"Setiap kekeliruan maupun pelaksanaan yang tidak sesuai SOP akan kami evaluasi," ujarnya.

Aliansi Kontrol Sosial Minta Program Tidak Menyimpang, Sikap tegas Ketua Satgas MBG tersebut mendapat apresiasi dari Pembina Aliansi Kontrol Sosial Kabupaten Batu Bara, Adnan.

Ia menilai arahan tersebut harus menjadi pedoman bagi seluruh pengelola dapur SPPG agar tidak mengabaikan hak masyarakat sekitar untuk memperoleh kesempatan menjadi relawan.

Menurut Adnan, Program MBG tidak hanya bertujuan menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi warga di sekitar lokasi dapur.

"Program MBG bukan hanya menyediakan makanan bergizi, tetapi juga membuka peluang kerja bagi warga sekitar. Jangan sampai tujuan mulia program Presiden ini bergeser karena pelaksanaannya tidak berpihak kepada masyarakat lokal," tegas Adnan.

Adnan berharap komitmen yang telah disampaikan Ketua Satgas benar-benar diterapkan di lapangan sehingga seluruh dapur SPPG di Kabupaten Batu Bara dapat berjalan secara transparan, akuntabel, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang menjadi prioritas pemerintah.

Ketua Satgas MBG Batu Bara menegaskan seluruh dapur SPPG wajib memprioritaskan warga sekitar, khususnya masyarakat desil 1 dan 2, dalam perekrutan relawan.

Ketua Satgas MBG/Wakil Bupati Batu Bara Syafrizal, Pembina Aliansi Kontrol Sosial Adnan, serta pengelola dapur SPPG,  Senin, 27 Juli 2026.

Dapur SPPG Desa Kampung Lalang, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara.

Menyusul adanya dugaan rekrutmen relawan yang tidak memprioritaskan warga sekitar dan diduga melibatkan orang luar serta berlangsung tidak transparan.

Satgas MBG akan melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap seluruh dapur SPPG serta mewajibkan setiap yayasan pengelola mematuhi SOP dan ketentuan pemerintah. (Redaksi)

© Hak cipta 2026 - RamalNews.com