Batubara (Sumut), Ramalnews.com– Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang membahas persoalan tenaga pendidik di Kabupaten Batu Bara berlangsung memanas, setelah seorang guru PPPK paruh waktu secara terbuka menyampaikan keluhan terkait gaji yang hingga kini belum juga dicairkan, Jumat (24/5/2026).
Dalam forum tersebut, guru PPPK paruh waktu mempertanyakan hak mereka sebagai tenaga pendidik yang telah menjalankan kewajiban mengajar, namun belum menerima pembayaran sebagaimana mestinya. Keluhan itu disampaikan langsung di hadapan peserta rapat dan pihak terkait, sehingga memicu perhatian serius dari peserta RDP.
“Kami sudah bekerja dan menjalankan tugas mengajar, tetapi sampai sekarang gaji belum juga cair. Kami hanya meminta hak kami dipenuhi,” ungkap salah seorang guru dalam rapat tersebut.
Tidak hanya mempersoalkan keterlambatan pembayaran gaji, para guru juga menyinggung adanya dugaan intimidasi terhadap tenaga pendidik yang berani menyuarakan keluhan mereka ke publik. Dugaan tekanan tersebut disebut membuat sebagian guru merasa takut untuk berbicara secara terbuka mengenai persoalan yang mereka alami.
Pernyataan itu sontak membuat suasana rapat semakin tegang. Sejumlah guru meminta pemerintah daerah dan instansi terkait tidak menutup mata terhadap persoalan yang mereka hadapi, serta memberikan jaminan perlindungan bagi tenaga pendidik yang menyampaikan aspirasi.
RDP digelar sebagai upaya mencari solusi atas berbagai persoalan yang dialami guru PPPK paruh waktu, terutama terkait kesejahteraan dan kepastian administrasi. Para guru mendesak agar pemerintah segera memberikan kejelasan mengenai pencairan gaji yang dinilai sudah terlalu lama tertunda.
Selain itu, mereka juga meminta agar dugaan intimidasi terhadap guru yang menyampaikan keluhan dapat ditelusuri dan dihentikan, sehingga tenaga pendidik dapat bekerja dengan aman dan nyaman tanpa tekanan.
Hingga rapat berakhir, belum ada kepastian resmi terkait jadwal pencairan gaji para guru PPPK paruh waktu tersebut. Namun para guru berharap hasil RDP tidak hanya menjadi forum penyampaian keluhan semata, melainkan benar-benar menghasilkan solusi konkret bagi kesejahteraan tenaga pendidik di Kabupaten Batu Bara. (Redaksi)

