Sragen (Jateng), Ramalnews.com- Pakar Hukum Internasional sekaligus ekonom, Sutan Nasomal, menyoroti dampak krisis ekonomi yang dinilai semakin dirasakan masyarakat bawah, khususnya di wilayah Sragen, Jawa Tengah. Ia menyebut melemahnya nilai tukar rupiah, gelombang PHK, dan merosotnya daya beli masyarakat telah memicu meningkatnya tindak pencurian hasil panen padi di sejumlah daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Prof Dr Sutan Nasomal SH MH saat menjawab pertanyaan awak media dari kantor Markas Pusat Partai Koalisi Rakyat Indonesia di kawasan Cijantung, Jakarta.
Menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat saat ini berada pada titik yang sangat memprihatinkan. Bahkan, kata dia, sebagian masyarakat diduga nekat mencuri gabah dan padi pada malam hari demi memenuhi kebutuhan makan keluarga.
“Sangat memperihatinkan bila kesulitan masyarakat semakin meluas. Hingga ada yang bergerilya tiap malam mencuri padi di sawah karena himpitan ekonomi. Ini menjadi gambaran nyata bahwa kondisi ekonomi rakyat sedang tidak baik-baik saja,” ujar Sutan Nasomal.
Ia menilai, lemahnya rupiah dan banyaknya perusahaan yang mengalami kebangkrutan telah berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat kecil. Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor industri disebut semakin memperparah keadaan ekonomi rumah tangga.
Daya Beli Melemah, Pasar Tradisional Sepi, Prof Sutan Nasomal mengatakan, lemahnya daya beli membuat aktivitas ekonomi rakyat menurun drastis. Pasar tradisional disebut mulai kehilangan pembeli karena harga kebutuhan pokok terus mengalami kenaikan.
Menurutnya, banyak masyarakat yang kini menghabiskan tabungan hanya untuk bertahan hidup sehari-hari. Bahkan tidak sedikit yang terjerat utang demi memenuhi kebutuhan makan keluarga.
“Pasar tradisional melemah karena semua harga barang naik. Banyak masyarakat sudah kehabisan tabungan dan terpaksa berutang hanya untuk membeli sepiring nasi,” katanya.
Ia juga mempertanyakan minimnya laporan terkait kondisi riil masyarakat yang sampai ke pemerintah pusat. Menurutnya, krisis ekonomi yang meluas saat ini harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kebijakan.
Harapan kepada Presiden Prabowo, Dalam pernyataannya, Sutan Nasomal meminta Presiden RI Prabowo Subianto agar turun tangan secara serius menangani persoalan ekonomi rakyat.
Ia berharap pemerintah mampu memperkuat nilai rupiah, menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, serta membuka lapangan pekerjaan yang luas bagi masyarakat.
“Pemerintah harus bekerja lebih keras menyelamatkan ekonomi rakyat. Negara harus hadir memperkuat nilai rupiah, menstabilkan harga kebutuhan pokok, dan menciptakan lapangan pekerjaan agar masyarakat bisa hidup layak,” tegasnya.
Ia juga menilai ironis apabila Indonesia yang dikenal sebagai negara kaya sumber daya alam justru masih menghadapi persoalan masyarakat kesulitan makan hingga diduga melakukan pencurian hasil pertanian.
Prof Dr Sutan Nasomal menyoroti dampak krisis ekonomi yang menyebabkan meningkatnya kesulitan hidup masyarakat hingga dugaan pencurian padi di Sragen.
Prof Dr Sutan Nasomal SH MH, Pakar Hukum Internasional dan Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia.
Sragen, Jawa Tengah, dengan pernyataan disampaikan dari Cijantung, Jakarta, Rabu, 27 Mei 2026.
Karena melemahnya rupiah, PHK massal, naiknya harga kebutuhan pokok, dan menurunnya daya beli masyarakat.
Bagaimana Kondisi ekonomi disebut membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan hidup hingga muncul dugaan pencurian gabah dan padi pada malam hari.
Narasumber, Prof Dr Sutan Nasomal SH MH – Pakar Hukum Internasional, Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia Association of Young Indonesian Advocates.

