Keberangkatan rombongan Tagana tidak hanya untuk menyampaikan belasungkawa, tetapi juga membawa sejumlah perlengkapan dapur umum Tagana yang akan digunakan selama prosesi duka berlangsung. Selain itu, rombongan turut membawa bantuan bahan sembako hasil pengumpulan dana dari anggota Tagana yang selama ini rutin dilakukan dalam setiap kegiatan sosial maupun acara duka Rambu Solo’.
Beberapa anggota Tagana sebelumnya telah ditugaskan untuk berbelanja kebutuhan bahan pokok sesuai hasil kesepakatan bersama seluruh anggota
Setibanya di rumah duka, rombongan Tagana disambut hangat oleh keluarga almarhumah. Rasa haru dan ucapan terima kasih terus disampaikan keluarga atas perhatian dan kepedulian rekan-rekan Tagana terhadap almarhumah yang semasa hidupnya dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.
Suasana duka semakin terasa ketika anggota Tagana perempuan memasuki rumah dan duduk di samping jenazah almarhumah Ibu Mastawati. Tangisan keluarga pun pecah, menyelimuti rumah duka dengan kesedihan mendalam.
Dalam sambutannya, Kepala Bidang Dinas Sosial sekaligus Pembina Tagana Mamasa, Arianto B, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas berpulangnya salah satu anggota terbaik Tagana Mamasa tersebut.
“Almarhumah merupakan anggota Tagana yang sangat aktif dalam setiap kegiatan kemanusiaan dan penyaluran bantuan bencana. Beliau dikenal ramah, baik hati, serta cepat beradaptasi dengan masyarakat, terutama dalam memberikan semangat kepada warga yang sedang tertimpa musibah.
Kami keluarga besar Tagana sangat kehilangan sosok beliau,” ungkapnya dengan penuh haru.
Ia juga menambahkan bahwa kebersamaan bersama almarhumah dalam berbagai kegiatan kemanusiaan akan selalu menjadi kenangan yang tidak terlupakan bagi seluruh anggota Tagana Mamasa.
“Namun semua ini kita serahkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” lanjutnya.
Keluarga besar Tagana Mamasa juga menyampaikan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan, seraya berharap agar diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi cobaan tersebut.
Dalam perbincangan bersama keluarga, salah satu saudara kandung almarhumah mengungkapkan bahwa Ibu Mastawati telah lama ditinggal wafat oleh suaminya dan hanya memiliki seorang anak perempuan bernama Pinkan yang kini telah beranjak gadis remaja.
“Selama ini almarhumah tinggal bersama anak semata wayangnya. Kami keluarga sangat sedih karena Pinkan kini sudah tidak memiliki kedua orang tua lagi. Namun kami semua sepakat akan tetap menjaga, mendampingi, dan memberikan semangat kepadanya agar tidak larut dalam kesedihan,” tutur pihak keluarga sambil menahan tangis.
Mendengar kisah tersebut, sejumlah anggota Tagana turut larut dalam suasana haru. Tangisan pun tak terbendung saat melihat almarhumah terbaring kaku di ruang duka.
Sekitar pukul 12.00 WITA, rombongan keluarga besar Tagana Mamasa berpamitan kepada keluarga almarhumah. Sebelum meninggalkan rumah duka, mereka kembali menyampaikan ucapan belasungkawa dan terima kasih karena telah diberikan kesempatan untuk bersama-sama melayat.
Dalam penutup sambutannya, Arianto B menegaskan bahwa keluarga besar Tagana Mamasa akan terus hadir mendampingi keluarga almarhumah, termasuk dalam prosesi penghantaran terakhir sebagai bentuk solidaritas dan penghormatan kepada almarhumah Ibu Mastawati.
“Kami bukan hanya datang hari ini. Tagana Mamasa akan terus hadir dan ikut dalam melaksanakan prosesi penghormatan khusus terakhir almarhumah sebagai bentuk solidaritas keluarga besar Tagana,” tutupnya.
Polyramalnews.com.


