RAMAL NEWS.COM

Kelompok Tani dan Warga Desa Tanjung Mulia Klarifikasi Dugaan Galian C: Aktivitas untuk Normalisasi Sedimentasi Demi Kelancaran Pertanian


 Batubara (Sumut), Ramalnews.com- Kelompok tani bersama masyarakat Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan aktivitas galian C yang sempat menjadi sorotan di wilayah mereka. Mereka menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan praktik penambangan ilegal maupun alih fungsi lahan sawah, melainkan upaya pengangkatan tanah bekas pengerukan normalisasi sedimentasi demi kepentingan pertanian masyarakat.

Klarifikasi itu disampaikan langsung oleh Ketua Kelompok Tani setempat yang akrab disapa Suliwa, Kamis (28/5/2026). Ia menyebut, tanah hasil pengerukan sedimentasi sebelumnya diletakkan di bahu jalan pertanian dan kini menimbulkan berbagai persoalan bagi warga.

“Tanah bekas pengerukan sedimentasi itu sangat tinggi dan membuat para petani kesulitan mengeluarkan hasil pertanian. Bahkan saat hujan turun, tanah longsor ke saluran pembuangan irigasi hingga menyebabkan lahan pertanian kebanjiran,” ujar Suliwa.

Menurutnya, kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama dan menghambat aktivitas para petani, terutama akses jalan menuju area pertanian. Karena itu, kelompok tani bersama pemerintah desa mengambil langkah dengan mengajukan proposal bantuan alat berat berupa excavator kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Batu Bara.

Ia menegaskan, aktivitas yang dilakukan saat ini murni bertujuan memperbaiki akses pertanian dan mengurangi risiko banjir akibat sedimentasi tanah yang menumpuk di sepanjang bahu jalan.

“Kegiatan ini bukan galian C ataupun alih fungsi cetak sawah. Ini adalah pengangkatan tanah bekas normalisasi sedimentasi yang mengganggu akses pertanian masyarakat serta menyebabkan kawasan rawan banjir,” tegasnya.

Suliwa juga berharap Pemerintah Kabupaten Batu Bara dapat memberikan perhatian serius terhadap infrastruktur pertanian di Desa Tanjung Mulia, terutama akses jalan dan sistem drainase yang dinilai sangat penting bagi keberlangsungan sektor pertanian masyarakat.

Para petani berharap adanya dukungan pemerintah untuk membantu proses pengangkatan tanah sedimentasi agar aktivitas pertanian kembali lancar, hasil panen mudah diangkut, serta mendukung program ketahanan pangan nasional yang terus digalakkan pemerintah.

Dengan adanya klarifikasi resmi ini, kelompok tani dan masyarakat Desa Tanjung Mulia berharap tidak ada lagi kesalahpahaman terkait aktivitas pengangkatan tanah bekas pengerukan normalisasi sedimentasi yang sedang dilakukan di wilayah mereka. (Tim/red)

© Hak cipta 2026 - RamalNews.com