RAMAL NEWS.COM

Kerja Sama MOU Indonesia–Amerika Dinilai Dorong Ekonomi Kerakyatan

Ramalnews.com- Jakarta- Jakarta 25 Februari 2026 Pakar hukum internasional dan ekonom, Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH, MH, meyakini kerja sama Memorandum of Understanding (MoU) antara Indonesia dan Amerika Serikat akan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi kerakyatan secara menyeluruh.

Hal tersebut disampaikannya saat menjawab pertanyaan sejumlah pimpinan redaksi media cetak dan online dalam dan luar negeri di Kantor Markas YLBHCCI, Jakarta, Selasa (25/2/2026).

Kerja sama MoU antara Pemerintah Indonesia dengan Amerika Serikat dinilai sebagai peluang strategis untuk memperkuat perekonomian nasional di berbagai sektor, mulai dari industri, pertanian, hingga investasi.

Pernyataan ini disampaikan oleh Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH, MH, sebagai narasumber, menanggapi langkah Presiden RI Prabowo Subianto dalam membuka kerja sama internasional.

Disampaikan pada Selasa, 25 Februari 2026. Di Kantor Markas YLBHCCI, Jakarta.

Menurut Prof. Sutan Nasomal, kerja sama ini penting karena membuka akses pasar internasional yang lebih luas bagi Indonesia, khususnya ke Amerika Serikat. Ia menilai, selama ini pasar Indonesia banyak dibanjiri produk dari negara lain, sehingga kerja sama dengan Amerika menjadi langkah strategis untuk menyeimbangkan perdagangan.

“Kerja sama ini adalah celah untuk perkembangan perekonomian dan membantu pembangunan di berbagai sektor. Masyarakat Indonesia juga akan merasakan dampaknya,” ujarnya.

Selain itu, kerja sama ini diharapkan dapat membuka peluang ekspor produk pertanian dan UMKM Indonesia ke pasar global, sekaligus menarik investasi asing ke dalam negeri.

Kerja sama tersebut diharapkan berjalan melalui investasi besar dari Amerika Serikat di berbagai sektor, seperti industri manufaktur, pertanian, pendidikan, kesehatan, hingga industri strategis dan pariwisata.

Prof. Sutan menyebut, investasi tersebut berpotensi menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, mengingat setiap tahun terdapat sekitar 80.000 lulusan sarjana (S1) dan jutaan pencari kerja baru di Indonesia.

Ia menegaskan, pemerintah perlu menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten agar mampu bersaing dan mendukung masuknya investasi asing.

“Indonesia harus menyiapkan SDM yang handal dan cakap, agar kerja sama ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” katanya.

Prof. Sutan Nasomal berharap kerja sama Indonesia–Amerika dapat berjalan secara saling menguntungkan dengan tetap memperhatikan standar kualitas, regulasi halal, serta daya saing harga di pasar global.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang dinilai aktif membuka peluang kerja sama dengan negara-negara maju demi kemajuan Indonesia.

“Semoga Indonesia semakin maju dan pembangunan ekonomi dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat,” tutupnya. (Red/tim)

© Hak cipta 2026 - RamalNews.com