Bencana tanah longsor kembali melanda wilayah pegunungan Polewali Mandar dan kali ini berdampak serius pada kehidupan warga. Akses jalan utama menuju Desa Puppuring, Kecamatan Alu, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, tertutup total pada Kamis (26/2/2026) setelah longsor besar menimbun badan jalan.
Timbunan material longsor berupa tanah dan bebatuan besar menutup akses jalan sepanjang kurang lebih 10 meter. Jalan tersebut sama sekali tidak dapat dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Jalur yang selama ini menjadi nadi kehidupan warga—penghubung aktivitas ekonomi, pendidikan, layanan kesehatan, dan urusan pemerintahan—kini lumpuh tanpa akses alternatif yang layak.
Akibat kejadian ini, warga Desa Puppuring terpaksa mengambil rute memutar yang jauh dan berbahaya jika hendak menuju Desa Pao-Pao dan wilayah sekitarnya. Perjalanan yang biasanya singkat kini berubah menjadi lintasan panjang, melelahkan, dan berisiko tinggi, terutama bagi anak sekolah, lansia, dan warga yang membutuhkan layanan kesehatan mendesak.
Longsor diduga kuat dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Alu dalam beberapa hari terakhir. Kontur wilayah yang berbukit, sistem drainase yang minim, serta ketiadaan penguatan tebing memperparah kondisi tanah yang labil. Kombinasi faktor alam dan lemahnya mitigasi struktural membuat bencana ini menjadi ancaman berulang bagi masyarakat setempat.
Di sekitar lokasi kejadian, kondisi tanah masih basah dan rawan longsor susulan. Warga hidup dalam kecemasan, setiap hujan turun menjadi ancaman baru yang berpotensi memperparah situasi dan memperpanjang isolasi desa.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait tidak hanya hadir saat bencana terjadi, tetapi juga membangun sistem pencegahan jangka panjang. Penanganan darurat yang dibutuhkan saat ini meliputi:
Pembersihan material longsor dengan alat berat
Pembukaan jalur darurat sementara
Pengamanan area rawan longsor
Pengaturan jalur alternatif yang aman
Sementara itu, langkah jangka panjang yang dinilai mendesak adalah pembangunan talud penahan tebing, perbaikan sistem drainase, pemetaan wilayah rawan longsor, serta perencanaan infrastruktur berbasis mitigasi bencana.
Longsor di Desa Puppuring bukan sekadar peristiwa alam, tetapi juga cermin kerentanan infrastruktur desa di wilayah rawan bencana. Tanpa penanganan serius dan berkelanjutan, bencana serupa akan terus berulang, dan masyarakat kecil akan selalu menjadi pihak yang paling terdampak.
Hingga rilis pers ini diterbitkan, akses jalan utama menuju Desa Puppuring masih tertutup total dan belum dapat dilalui kendaraan.
Pewarta media Ramalnews kaperwil sulbar ansar.
