RAMAL NEWS.COM

Arus Sungai Mengganas, SPPG Taramanu Gagal Salurkan MBG ke Desa Poda, Enam Sekolah di Kecamatan Tutar, Polewali Mandar Terdampak

Ramalnews.com- Sulbar, Polewali mandar- Program penyaluran MBG (Makanan Bergizi) yang dilaksanakan oleh SPPG Taramanu ke Desa Poda, Kecamatan Tutar, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, gagal dilaksanakan akibat arus sungai yang sangat deras dan debit air yang meningkat drastis.

Cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir menyebabkan jalur distribusi utama menuju Desa Poda tidak dapat dilalui secara aman. Akses yang harus melewati sungai dengan arus kuat dan ketinggian air yang tidak normal dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan petugas lapangan, tenaga pendamping, serta kendaraan pengangkut logistik MBG.

Akibat kondisi tersebut, penyaluran MBG yang direncanakan untuk enam (6) sekolah di wilayah Desa Poda terpaksa ditunda sementara waktu. Penundaan ini dilakukan sebagai langkah antisipatif dan preventif guna menghindari potensi kecelakaan serta risiko keselamatan jiwa.



Camat Tutar dalam keterangannya menyampaikan bahwa keputusan penundaan merupakan kebijakan yang harus diambil demi mengutamakan aspek keselamatan dalam pelayanan publik.

“Keselamatan adalah hal utama. Dalam kondisi arus sungai yang deras seperti saat ini, penyaluran logistik tidak memungkinkan dilakukan dengan aman. Karena itu, distribusi MBG ditunda hingga kondisi sungai benar-benar stabil,” jelasnya.

Sementara itu, pihak SPPG Taramanu bersama Pemerintah Kecamatan Tutar terus melakukan koordinasi dan pemantauan intensif terhadap perkembangan cuaca dan debit air sungai. Pemantauan dilakukan secara berkala sebagai dasar penentuan waktu penyaluran kembali program MBG.

Pemerintah Kecamatan Tutar menegaskan bahwa program MBG merupakan bagian penting dari pelayanan sosial dan pendidikan yang bertujuan mendukung pemenuhan gizi peserta didik. Oleh karena itu, penyaluran MBG akan segera dilaksanakan kembali begitu kondisi alam memungkinkan dan jalur distribusi dinyatakan aman untuk dilalui.

Selain itu, pemerintah kecamatan juga mengimbau kepada pihak sekolah, orang tua siswa, dan masyarakat Desa Poda agar tetap tenang, bersabar, serta memahami kondisi darurat alam yang sedang terjadi. Dukungan masyarakat dinilai sangat penting agar proses pelayanan publik dapat berjalan aman, tertib, dan berkelanjutan.

Dengan adanya penundaan ini, Pemerintah Kecamatan Tutar menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dengan tetap mengedepankan prinsip keselamatan, tanggung jawab, dan keberlanjutan program. (Andi Kaperwil Sulbar)



Pewarta media ramalnews kaperwil sulbar ansar.

© Hak cipta 2026 - RamalNews.com